SAY YES

“SUMIFANARA” #NOTrandom

setelah menerima berbagai pengalaman yang bertubi, bermacam - macam sahabat yang selalu ada ketika sedih, bermacam - macam orang yang ada di sekitar yang hanya ingin memanfaatkan saja, derngan ikhlas dan tulus hanya ingin bercerita tentang seorang wanita yang saya beri nama
“sumifanara”…

“sumifanara adalah seorang yang super duper biasa, berpenampilan seadanya, selalu berusaha berpenampilan maksimal, hidup di dalam keluarga yang cukup untuk mereka saja, tetapi selalu ingin menjadi yang terbaik di dlam hidupnya. “sumifanara selalu tertawa di depan sahabatnya sehingga dia tidak pernah terlihat sedih sedikitpun. adakalanya dia terlihat sangat sedih, itupun sewaktu dia tidak memiliki uang.. :D

berhenti sejenak memikirkan kehidupan susah senangnya, kita berangkat ke masalah kehidupan “sumifanara”. selama ini saya fikir “sumifanara” sangatlah buta masalah kehidupan yang ada di hadapannya. karena dia selalu saja menganggap orang itu baik kepadanya tanpa harus berfikir dua kali seperti di dalam film-film agency. dan suatu hari secara tidak sengaja saya bertanya kepada “sumifanara” apakah kamu sangat ikhlas dengan keadaan kamu yang seperti sekarang ini? yang dipenuhi oleh orang-orang yang belum kamu kenal dan secara kebetulan memiliki perbedaan ras yang mendalam. “sumifanara” menjawab: ya, saya sangat yakin dengan kehidupan saya yang sekarang. dan saya sangat yakin saya hanya kurang bisa beradapatasi dalam waktu yang singkat, sebenarnya itu saja masalahnya.

kemudian saya meyakinkan sekali lagi. dan ternyata dia tidak mengubah keputusannya untuk berkata tidak. dan seperti biasa saya memantau kehidupan “sumifanara” yang begitu indah juga tanpa hambatan. dan yap tepat sekali dia membuktikan kata-katanya hingga itu membuahkan hasil kepadanya. dia mempunyai teman yang sehobi, dia mempunyai teman yang penyayang, dia mempunyai teman yang akan setia kepadanya, dia juga memounyai teman yang kadang-kadang bersifat egois.

Setelah semuanya berlanjut dan lancar, tiba-tiba “sumifanara” menjumpai sebongkah duri kecil dalam hidupnya, namun dia tetap tersenyum sambil menceritakan kepada teman-temannya tentang duri tersebut. “sumifanara” merasa itu bukanlah sesuatu yang besar baginya. dan dia sadar pada detik itu juga bahwa duri kecil itu timbul pada masalah-masalah yang amat sangat kecil dang sangat dispelekan. lambat laun semakin banyak duri yang tumbuh dari tempat itu. tetapi ‘sumifanara masih sangat bisa untuk tersenyum. Dia berhasil memendam semuanya..dia berhasil.. dan aku benar-benar yakin sekarang bahwa “sumifanara” akan baik-baik saja.

karena mati lampu saya behenti sejenak..:D